Inspirasi dari Thailand, Herman Djide Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur Lewat Kebun Terpadu

1 day ago 4

PANGKEP SULSEL - Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Cabang Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Provinsi Sulawesi Selatan, Herman Djide, mengajak berbagai pihak untuk serius mengoptimalkan lahan tidur melalui konsep perkebunan terpadu. Hal tersebut disampaikannya saat berdiskusi di Sanggar Tani Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, Rabu (7/1/2026).

Dalam diskusi tersebut, Herman Djide menekankan bahwa lahan tidur memiliki potensi besar jika dikelola dengan konsep yang tepat dan berkelanjutan. Ia menilai, salah satu model yang patut dijadikan rujukan adalah keberhasilan Thailand dalam mengembangkan kebun terpadu.

Menurut Herman Djide, Thailand kembali menjadi inspirasi sebagai negara agraris yang sukses menghidupkan lahan-lahan tidak produktif menjadi kawasan pertanian bernilai ekonomi tinggi. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari konsistensi kebijakan, kearifan lokal, serta penerapan teknologi pertanian yang sederhana namun efektif.

Salah satu konsep utama yang diterapkan Thailand adalah Integrated Farming System atau sistem pertanian terpadu. Konsep ini menggabungkan pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan, sehingga petani tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas.

Herman Djide menjelaskan, model tersebut diperkuat dengan konsep New Theory Agriculture yang diperkenalkan mendiang Raja Bhumibol Adulyadej. Dalam teori ini, lahan dibagi secara proporsional antara kolam air, lahan pangan, kebun, dan area pemukiman.

Melalui pembagian lahan yang seimbang, kebutuhan dasar petani dapat terpenuhi secara mandiri. Selain itu, ketahanan pangan keluarga juga menjadi lebih kuat karena sumber pangan tersedia di sekitar tempat tinggal.

Herman Djide menambahkan, sistem polikultur yang diterapkan petani Thailand juga patut dicontoh. Berbagai jenis tanaman seperti pisang, pepaya, sayuran, dan tanaman obat ditanam dalam satu hamparan untuk memaksimalkan lahan dan mengurangi risiko gagal panen.

Integrasi peternakan dan perikanan turut menjadi kunci keberhasilan. Kotoran ternak dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sementara air kolam ikan digunakan untuk menyiram tanaman, sehingga tercipta sistem pertanian yang minim limbah.

Thailand juga dikenal konsisten menerapkan pertanian organik dan semi organik. Pupuk cair hasil fermentasi, kompos alami, serta pestisida nabati menjadi andalan dalam menjaga kesuburan tanah dan kualitas hasil pertanian.

Dalam membuka lahan tidur, Herman Djide menyoroti cara Thailand yang menghindari pembakaran. Pembersihan lahan dilakukan secara bertahap, sementara sisa tanaman dibiarkan membusuk untuk memperkaya bahan organik tanah dan menjaga kelestarian lingkungan.

Setelah lahan dibersihkan, perbaikan tanah dilakukan dengan menanam tanaman penutup tanah seperti kacang-kacangan dan azolla. Langkah ini bertujuan mengembalikan unsur hara dan menghidupkan kembali mikroorganisme tanah.

Untuk mendukung perputaran ekonomi, petani menanam tanaman cepat panen sebagai sumber modal awal, kemudian dilanjutkan dengan tanaman tahunan dan pengembangan agrowisata berbasis kebun terpadu.

Herman Djide berharap, konsep kebun terpadu ala Thailand dapat diadaptasi di Kabupaten Pangkajene Kepulauan. Dengan pengelolaan yang tepat dan kolaborasi berbagai pihak, lahan tidur diyakini dapat menjadi sumber kesejahteraan baru bagi petani dan masyarakat desa. ( Rustan)

Read Entire Article
Pertanian | | | |