Kementan dan Polri Sinergi Tingkatkan Produksi Jagung Nasional

18 hours ago 4

JAKARTA - Langkah strategis diambil oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk menggenjot produksi jagung nasional. Sinergi ini tidak hanya bertujuan mengamankan pasokan bahan baku vital bagi industri pakan ternak, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan energi alternatif berbasis bioetanol di tanah air.

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol Anwar, mengungkapkan bahwa fokus utama kolaborasi ini terletak pada upaya perluasan area tanam jagung. Hal itu akan dicapai melalui berbagai pendekatan, mulai dari optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada, adopsi teknologi pertanian modern, penyediaan bibit unggul berkualitas, hingga memastikan ketersediaan pupuk yang memadai. Tak lupa, penguatan sistem rantai pasok dari hulu ke hilir, termasuk penyerapan hasil panen, juga menjadi prioritas.

"Tadi kita sudah diskusikan dengan Pak Menteri (Pertanian Andi Amran Sulaiman), ke depan kita akan melaksanakan optimalisasi itu, mudah-mudahan 1 juta hektare (penanaman jagung) tercapai. Dan nanti selain untuk pakan, nanti juga bisa digunakan untuk energi. Intinya itu, " ujar Anwar usai pertemuan dengan Mentan Amran di Jakarta, Rabu (11/03/2026).

Anwar menegaskan komitmen Polri untuk turut serta secara aktif dalam mendorong peningkatan produksi jagung nasional. Upaya ini merupakan bagian integral dari komitmen yang lebih luas untuk memperkuat kemandirian pangan bangsa.

Pembahasan bersama Kementerian Pertanian tersebut secara spesifik menitikberatkan pada percepatan program optimalisasi penanaman jagung nasional. Target ambisius dicanangkan untuk periode 2025 menuju 2026, dengan harapan terjadi peningkatan luas tanam yang signifikan.

Sebelumnya, Polri telah menargetkan penanaman jagung seluas 1 juta hektare di tahun 2025. Namun, realisasi yang tercapai baru sekitar 650 ribu hektare, mendorong dilakukannya berbagai langkah percepatan, termasuk koordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian. Upaya percepatan ini mencakup penguatan dukungan di seluruh lini, mulai dari modernisasi alat pertanian, penyediaan bibit unggul, hingga penguatan sistem distribusi dan pemasaran hasil panen.

Ke depan, Polri optimis dapat mencapai, bahkan melampaui target 1 juta hektare luas tanam jagung. Hal ini dimungkinkan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan berbagai kementerian, aparat penegak hukum, para petani, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. (PERS)

Read Entire Article
Pertanian | | | |