PANGKEP SULSEL - Komunitas Pangkep Agro Lestari terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertanian ramah lingkungan dengan memproduksi pupuk cair organik bernama BioSubur. Pupuk ini diracik dari bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat, tanpa kandungan zat kimia berbahaya.
BioSubur dibuat dari perpaduan daun lamtoro, daun gamal, sisa nasi, sisa ikan, air beras, gula merah, EM4, air kelapa, serta beberapa bahan alami lainnya. Seluruh komposisi tersebut difermentasi secara alami sehingga menghasilkan pupuk cair yang kaya nutrisi bagi tanaman.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Kabupaten Pangkep, Herman Djide, turut memantau langsung uji coba penggunaan pupuk cair organik BioSubur. Pemantauan dilakukan di areal persawahan Dusun Parang Luara, Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa.
Menurut Herman Djide, penggunaan pupuk organik menjadi langkah strategis untuk menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang. Ia menilai pemanfaatan bahan alami di sekitar lingkungan merupakan solusi cerdas dan hemat biaya bagi petani.
Uji coba di lahan padi tersebut menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Tanaman terlihat lebih segar, pertumbuhan lebih merata, dan kondisi tanah menjadi lebih gembur dibandingkan sebelumnya.
Komunitas Pangkep Agro Lestari menegaskan bahwa produksi pupuk cair ini bukan hanya untuk kepentingan ekonomi, tetapi juga sebagai gerakan edukasi kepada masyarakat agar kembali memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.
Selain diperuntukkan bagi tanaman padi, BioSubur juga efektif digunakan untuk tanaman sayur mayur dan berbagai jenis tanaman produktif lainnya. Kandungan unsur hara alami di dalamnya membantu meningkatkan pertumbuhan akar, batang, dan daun.
Tidak berhenti di situ, Komunitas Pangkep Agro Lestari kini tengah mengembangkan jenis pupuk organik khusus untuk tanaman kacang tanah. Inovasi ini dirancang untuk mendukung produktivitas petani kacang tanah di wilayah Pangkep.
Pupuk khusus kacang tanah tersebut akan dibuat dari daun kacang tanah, daun lamtoro, daun gamal, serta bahan alami lainnya. Formula ini disesuaikan dengan kebutuhan unsur hara tanaman kacang tanah agar mampu menghasilkan produksi yang maksimal.
Langkah ini menjadi bukti bahwa inovasi pertanian tidak harus mahal dan bergantung pada bahan kimia pabrikan. Dengan kreativitas dan kemauan, bahan-bahan sederhana di sekitar lingkungan dapat diolah menjadi produk yang bernilai tinggi.
Gerakan ini juga sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Penggunaan pupuk organik secara berkelanjutan diyakini mampu memperbaiki struktur tanah serta mengurangi dampak pencemaran akibat residu kimia.
Masyarakat dan petani setempat menyambut baik inisiatif tersebut. Mereka berharap produksi BioSubur dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak lahan pertanian di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Komunitas Pangkep Agro Lestari optimis, melalui inovasi pupuk cair organik BioSubur, pertanian di Pangkep dapat semakin mandiri, berkelanjutan, serta memberikan kesejahteraan bagi para petani tanpa merusak alam yang menjadi sumber kehidupan. ( Kas)

9 hours ago
6

















































