PANGKEP – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jurnalis Nasional Indonesia (JNI) Cabang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan, Herman Djide, menegaskan pentingnya kembali ke alam dalam mengelola sektor pertanian dan perikanan. Hal tersebut disampaikannya seusai rapat internal bersama para pengurus DPD dan DPC JNI se-Kabupaten Pangkep.
Rapat tersebut digelar di kawasan wisata Lamperangan, Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, Sabtu (14/2/2026). Suasana alam yang asri menjadi latar yang tepat untuk membahas konsep pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dalam keterangannya, Herman Djide menyampaikan bahwa jika pertanian dikelola dengan baik dan tanah dalam kondisi subur dan berkelanjutan maka sudah seharusnya para petani kurangi memakai pupuk zat kimia, kembali memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai sumber utama pemupukan dan perawatan tanaman dan Perikanan.
“Bila kita benar-benar ingin pertanian dan perikanan maju dan tanah tetap subur, maka wajib kembali ke alam. Gunakan bahan alami yang ada di sekitar kita, ” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan kompos dari kotoran ternak, daun-daun jati, daun semak belukar, rumput, dan berbagai bahan organik lainnya merupakan langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesuburan tanah.
Ia menjelaskan bahwa pupuk kompos alami mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan unsur hara, serta menjaga keseimbangan mikroorganisme yang ada di dalam tanah.
Selain kompos, Herman juga mendorong penggunaan pupuk cair organik yang dibuat dari bahan alami seperti daun lamtoro, daun gamal, daun kacang tanah, dan tanaman hijau lainnya yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
“Bahan-bahan itu sangat kaya unsur hara. Jika difermentasi dengan benar, hasilnya sangat baik untuk tanaman dan biayanya jauh lebih murah dibanding pupuk kimia, ” tambahnya.
Tidak hanya pada pemupukan, ia juga mengajak petani untuk beralih menggunakan pestisida alami dari bahan seperti daun sirsak, daun pepaya, cabai, dan lengkuas yang dinilai efektif mengendalikan hama tanpa merusak lingkungan.
Menurutnya, penggunaan bahan alami tanpa zat kimia akan menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang serta membuat tanaman lebih sehat dan produktif.
Ia menegaskan bahwa konsep ini tidak hanya berlaku untuk kebun dan sawah, tetapi juga dapat diterapkan pada tambak dan sektor perikanan lainnya di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Dengan sistem pertanian dan perikanan berbasis alami, Herman optimistis hasil panen akan maksimal, biaya produksi lebih rendah, serta lingkungan tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Melalui momentum rapat internal tersebut, DPD JNI Pangkep berkomitmen mendorong edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pertanian organik sebagai solusi keberlanjutan ekonomi dan kelestarian alam di daerah.( Herman Djide)

1 week ago
6















































