Panen Pakcoy, WBP Lapas Besi Terus Berkarya

13 hours ago 4

Cilacap - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Pulau Nusakambangan melaksanakan kegiatan panen pakcoi di area ketahanan pangan yang dikelola oleh Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) senin (06/07/2026).

Kegiatan panen dilakukan oleh petugas Lapas Besi bersama warga binaan pemasyarakatan (WBP) tamping Giatja sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Dari hasil panen tersebut, berhasil diperoleh sebanyak 50 kilogram pakcoi, yang selanjutnya disalurkan kepada vendor bahan makanan (Bama) Lapas Besi.

Selain itu, sebagian hasil panen juga dibeli oleh internal pegawai serta warung makan di sekitar Lapas Besi sebagai bentuk dukungan terhadap hasil pembinaan yang produktif.

Melalui kegiatan ini, Lapas Besi tidak hanya mengoptimalkan lahan pertanian menjadi kawasan produktif, tetapi juga memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan di bidang budidaya hortikultura. Keterlibatan WBP mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen diharapkan mampu menumbuhkan etos kerja, kedisiplinan, serta keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Besi, Muda Husni, menyampaikan bahwa keberhasilan panen merupakan hasil sinergi antara petugas dan warga binaan dalam menjalankan program pembinaan yang berorientasi pada produktivitas.

“Ketahanan pangan bukan hanya tentang menghasilkan produk pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang membentuk karakter, keterampilan, dan kemandirian warga binaan. Kami akan terus mengembangkan program ini agar manfaatnya semakin luas, baik bagi warga binaan maupun masyarakat, ” ujar Muda Husni.

Sementara itu, Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Besi, Anistyo, menjelaskan bahwa hasil panen pakcoi menunjukkan kualitas yang baik sehingga mendapat respons positif dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah hasil panen kali ini mencapai 50 kilogram. Selain memenuhi kebutuhan vendor Bama Lapas Besi, sebagian hasil panen juga diminati oleh pegawai dan warung makan di sekitar lapas. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas dan produktivitas hasil pertanian warga binaan, ” ungkap Anistyo.

Kegiatan panen berlangsung dengan lancar dan penuh semangat. Melalui optimalisasi program ketahanan pangan, Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang produktif, membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.

(Humas Lapas Besi)

Read Entire Article
Pertanian | | | |