Potensi Miliaran Rupiah, Kades Bantimurung: Porang Liar Tondong Tallasa Jadi Sumber Pendapatan Warga

12 hours ago 4

PANGKEP SULSEL - Kepala Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan, Abd Rahman, mengungkapkan bahwa masyarakat desanya telah menanam Porang dan di kembangkan terus, dengan memanfaatkan lahan lahan tidur di bukit dan gunung.

Menurutnya bahwa sudah ada kurang lebih Rp 5 miliar dari hasil penjualan porang di peroleh warga dalam kurun waktu Januari hingga April 2025 untuk wilayah Kecamatan Tondong Tallasa, hasil penjualan Porang.

Saat ditemui di sela-sela kesibukannya menanam bibit porang di sekitar rumahnya, Jumat (4/4), Abd Rahman menjelaskan bahwa porang yang dijual warga sebagian besar berasal dari tanaman liar yang tumbuh di sela-sela bukit dan gunung. Masyarakat  naik ke pegunungan untuk mencari umbi porang yang tumbuh secara alami.

"Sekalipun ada warga yang sudah mulai menanam di kebun, namun jumlahnya masih kalah jauh dibandingkan dengan yang diperoleh secara liar dari gunung. Perbandingannya sekitar 70 persen dari alam liar dan hanya 30 persen yang berasal dari hasil budidaya warga, " ungkapnya.

Menurut Abd Rahman, kondisi ini menunjukkan bahwa budidaya porang di lahan kebun maupun perbukitan sangat potensial untuk dikembangkan. Jika satu hektar lahan ditanami porang dengan baik, diperkirakan dapat menghasilkan sekitar 10 ton umbi porang.

Saat ini, harga porang di pasaran mencapai Rp 7.000 per kilogram. Dengan produktivitas seperti itu, petani bisa meraup penghasilan yang sangat besar. Potensi keuntungan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih giat dalam membudidayakan tanaman porang secara mandiri.

Menariknya, Abd Rahman mengungkap bahwa banyak bibit porang yang dikirim ke daerah lain sebenarnya berasal dari Kecamatan Tondong Tallasa. "Dulu kami belum tahu cara membudidayakan porang, sehingga bibit yang ada justru dikembangkan di daerah lain. Kini, setelah melihat hasilnya, kami mulai memahami betapa besar peluangnya, " jelasnya.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi momentum bagi warga untuk mengembangkan pertanian porang yang lebih sistematis. Dengan teknik budidaya yang lebih baik, hasil panen dapat ditingkatkan, sehingga kesejahteraan masyarakat pun meningkat.

Selain itu, Abd Rahman menekankan pentingnya pendampingan dari dinas terkait agar masyarakat mendapatkan pengetahuan dan bantuan teknis dalam membudidayakan porang dengan lebih efisien.

Lebih lanjut, ia berharap adanya infrastruktur seperti pabrik Porang di Desa Bantimurung Kecamatan Tondong Tallasa untuk mendukung kelancaran distribusi hasil panen. "Kami perlu dukungan dalam hal pemasaran dan akses pabrik Porang agar distribusi hasil panen lebih lancar, " ujarnya.

Sementara itu, beberapa warga yang telah mencoba menanam porang di kebun mulai merasakan manfaatnya. Salah satu petani, mengaku bahwa hasil panen porang di kebunnya memberikan pendapatan tambahan yang cukup signifikan bagi keluarganya.

"Awalnya saya hanya mencoba menanam sedikit, tetapi setelah melihat hasilnya, saya berencana memperluas lahan saya. Jika dikelola dengan baik, ini bisa menjadi sumber penghasilan utama, " katanya.

Dengan potensi besar yang dimiliki, Tondong Tallasa kini mulai berbenah untuk menjadi salah satu sentra porang di Sulawesi Selatan. Langkah ini tidak hanya berpotensi meningkatkan ekonomi warga, tetapi juga menjadikan daerah ini sebagai contoh sukses dalam pengelolaan komoditas pertanian unggulan.

Seiring meningkatnya permintaan porang di pasar nasional maupun internasional, peluang bagi warga Tondong Tallasa untuk meraih kesejahteraan melalui budidaya porang semakin terbuka lebar. Dengan strategi yang tepat, bukan tidak mungkin desa ini akan menjadi pusat produksi porang yang dikenal luas di masa depan.( Herman Djide)

Read Entire Article
Pertanian | | | |