TONDONG TALLASA– Desa Bulu Tellue, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, mencatat pencapaian luar biasa dalam sektor pertanian. Pada musim hujan tahun ini, desa tersebut berhasil meraup pendapatan hingga Rp 3, 9 miliar dari hasil produksi padi. Dengan luas lahan sekitar 100 hektare dan rata-rata produksi gabah mencapai 6 ton per hektare, pertanian di desa ini menunjukkan potensi besar untuk terus berkembang.
Kepala Desa Bulu Tellue, Hariadi Hanafing, mengungkapkan keberhasilan ini dalam bincang-bincang di kediamannya pada Jumat (4/4/2025). Ia menegaskan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari kerja keras petani serta penerapan sistem pertanian yang semakin modern dan efisien.
“Kami bersyukur atas hasil panen tahun ini. Ini membuktikan bahwa pertanian di Desa Bulu Tellue memiliki prospek yang cerah jika dikelola dengan baik, ” ujar Hariadi.
Keberhasilan panen ini juga didukung oleh faktor cuaca yang relatif stabil sepanjang musim hujan, serta penggunaan benih unggul yang mampu meningkatkan produktivitas lahan. Selain itu, program pendampingan bagi petani dalam hal teknik budidaya juga berkontribusi besar terhadap hasil yang optimal.
Hariadi menjelaskan bahwa pendapatan Rp 3, 9 miliar tersebut merupakan perkiraan dari harga gabah di pasaran saat ini, yang berkisar antara Rp 6.500 per kilogram. Dengan produksi sekitar 60 ton gabah, petani di desa ini menikmati keuntungan yang signifikan.
Namun, ia juga mengakui masih ada tantangan yang perlu dihadapi, terutama terkait infrastruktur irigasi dan akses pemasaran yang lebih luas. Oleh karena itu, pemerintah desa berencana untuk memperkuat kerja sama dengan pihak terkait guna meningkatkan sarana pertanian dan distribusi hasil panen.
“Kami ingin memastikan bahwa petani tidak hanya mendapatkan hasil yang melimpah, tetapi juga memiliki akses pasar yang lebih baik sehingga harga gabah tetap stabil, ” tambahnya.
Selain berfokus pada produksi padi, Desa Bulu Tellue juga tengah mengembangkan sistem pertanian terpadu dengan menanam kacang tanah sebagai tanaman sela. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesuburan tanah dan memberikan tambahan pendapatan bagi petani.
Pemerintah desa juga berencana untuk membangun destinasi wisata yang di lengkapi kuliner, mina padi agar lebih berkembang untuk sumber penghasilan masyarakatnya.
Masyarakat setempat menyambut baik pencapaian ini dan berharap pemerintah desa terus mendukung sektor pertanian dengan kebijakan yang berpihak pada petani. Salah satu petani, Rahman, mengaku sangat terbantu dengan program pendampingan yang diberikan selama ini.
“Dulu hasil panen kami tidak sebesar ini. Tapi setelah ada bimbingan dan bantuan dari pemerintah desa, produksi kami meningkat pesat, ” ungkapnya.
Dengan potensi besar yang dimiliki, Desa Bulu Tellue kini menjadi salah satu sentra produksi padi yang menjanjikan di Kabupaten Pangkep. Ke depan, pemerintah desa berencana memperluas lahan pertanian dan memperkenalkan teknologi pertanian yang lebih canggih untuk meningkatkan produktivitas.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan pertanian yang baik, didukung oleh inovasi dan sinergi antara pemerintah serta masyarakat, mampu membawa kesejahteraan bagi petani dan memajukan ekonomi desa secara keseluruhan.( Herman Djide)