Cilacap – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kembang Kuning Nusakambangan memulai tahap inkubasi budidaya jamur sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Kamis (8/1/2026).
Tahap inkubasi dilakukan setelah proses penataan dan penanaman bibit jamur pada media tanam berupa baglog jamur. Selanjutnya, baglog disusun dan disimpan di ruang inkubasi dengan pengaturan suhu dan kelembapan tertentu agar miselium jamur dapat tumbuh dan menyebar secara optimal.

Kepala Lapas Kelas IIA Kembang Kuning, Winarso menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen lapas dalam memberikan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan, sekaligus membekali WBP dengan keterampilan yang bernilai ekonomis.

“Budidaya jamur ini tidak hanya bertujuan mengisi waktu pembinaan, tetapi juga memberikan keahlian yang dapat dimanfaatkan oleh WBP setelah selesai menjalani masa pidana, ” ujarnya.
Program budidaya jamur ini dilaksanakan dengan pendampingan petugas pembinaan kemandirian, mulai dari pengenalan media tanam, proses inkubasi, perawatan hingga nantinya tahap panen. Diharapkan, hasil budidaya jamur ke depan dapat mendukung kegiatan produksi lapas serta memberikan nilai tambah ekonomi.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Kembang Kuning terus berupaya mewujudkan pembinaan kemandirian yang efektif, sejalan dengan tujuan pemasyarakatan dalam menyiapkan WBP agar mampu mandiri, produktif, dan siap kembali ke masyarakat.
(Humas Lapas Kembangkuning)

1 day ago
6

















































