SOLOK – Bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Solok pada 2025 memberi dampak besar terhadap sektor pertanian. Sawah terdampak, lahan membutuhkan pemulihan, sementara jaringan irigasi dan akses menuju kawasan pertanian harus segera dibenahi.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Solok di bawah kepemimpinan Bupati Solok Jon Firman Pandu. Pascabencana, pemerintah daerah terus mendorong pemulihan sekaligus penguatan sektor pertanian melalui sinergi dengan pemerintah pusat.
Dukungan anggaran yang diarahkan untuk sektor pertanian Kabupaten Solok mencapai Rp54.787.872.924 atau sekitar Rp54, 78 miliar, yang bersumber dari APBN, DAK Fisik dan APBD Kabupaten Solok.
Anggaran tersebut diarahkan pada program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan petani, mulai dari pemulihan sawah terdampak bencana, optimalisasi lahan, pembangunan dan rehabilitasi irigasi, jalan usaha tani hingga penguatan fasilitas pascapanen.
Salah satu program strategis yakni optimasi lahan sawah terdampak bencana seluas 1.247 hektare dengan dukungan APBN sebesar Rp5, 73 miliar. Selain itu, rehabilitasi sawah seluas 253 hektare juga mendapat dukungan anggaran Rp3, 41 miliar.
Penguatan sektor pertanian juga dilakukan melalui optimasi lahan nonrawa seluas 5.086 hektare dengan dukungan APBN sebesar Rp23, 39 miliar. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Solok.
Pemulihan pertanian juga dibarengi dengan penguatan infrastruktur pendukung. Sebanyak 15 unit operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier, 33 unit irigasi perpipaan serta 24 unit irigasi perpompaan mendapatkan dukungan APBN.
Dari APBD Kabupaten Solok, pemerintah juga mengalokasikan Rp1, 07 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi 10 unit jaringan irigasi usaha tani.
Sementara untuk membuka akses menuju lahan pertanian, sebanyak 52 unit jalan usaha tani dibangun dan direhabilitasi dengan dukungan APBD sebesar Rp6, 30 miliar.
Pembangunan jalan usaha tani menjadi bagian penting dalam memperlancar mobilitas petani, baik untuk membawa sarana produksi menuju lahan maupun mengangkut hasil panen menuju lokasi pengumpulan dan pemasaran.
Perhatian pemerintah juga tidak berhenti pada tahap produksi. Penguatan sektor pascapanen dilakukan melalui pembangunan bangsal pascapanen bawang merah beserta sarana pendukung dengan anggaran Rp2, 31 miliar.
Kemudian, pembangunan bangsal pascapanen cabai beserta sarana pendukung mendapatkan dukungan anggaran Rp4, 17 miliar melalui DAK Fisik.
Pengembangan komoditas pertanian lainnya turut mendapat perhatian. Pengembangan kentang seluas 3 hektare memperoleh dukungan APBD sebesar Rp94, 95 juta.
Berbagai program tersebut menunjukkan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Solok yang tidak hanya berfokus pada pemulihan lahan setelah bencana, tetapi juga membangun ekosistem pertanian dari hulu hingga hilir.
Bagi Bupati Solok Jon Firman Pandu, kondisi pascabencana harus menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan dan menghadirkan solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Sinergi dengan pemerintah pusat menjadi salah satu kunci untuk menghadirkan dukungan program dan anggaran berskala besar. Sementara APBD Kabupaten Solok diarahkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur dan program yang bersentuhan langsung dengan aktivitas masyarakat.
Pemulihan sawah diharapkan mampu mengembalikan produktivitas lahan. Penguatan irigasi diharapkan memastikan ketersediaan air, pembangunan jalan usaha tani membuka akses yang lebih mudah bagi petani, sedangkan fasilitas pascapanen diharapkan mampu meningkatkan kualitas sekaligus nilai ekonomi hasil pertanian.
Dengan dukungan anggaran mencapai Rp54, 78 miliar, Pemerintah Kabupaten Solok menunjukkan komitmen untuk menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu kekuatan utama pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.
Bagi Jon Firman Pandu, pembangunan tidak boleh hanya terlihat di pusat pemerintahan. Manfaat pembangunan harus hadir hingga ke sawah, ladang dan sentra produksi masyarakat.
Bencana boleh meninggalkan kerusakan, tetapi pembangunan harus menghadirkan harapan. Melalui pemulihan lahan, penguatan irigasi, pembukaan akses pertanian dan pembangunan fasilitas pascapanen, Kabupaten Solok terus bergerak memulihkan, bekerja menguatkan dan membangun untuk rakyat.

8 hours ago
4


































![[VIDEO] ‘Rehatlah Nurfisya, kau dah bahagia di tempat tiada air mata’](http://www.kosmo.com.my/wp-content/uploads/2026/05/0730d2ac-3c53-4ff9-bbf6-fe7478da8c6b.jpeg)














