Semarang – Di balik tembok pembinaan, semangat produktivitas terus tumbuh di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Semarang. Melalui program ketahanan pangan,

warga binaan aktif mengelola pertanian dan peternakan dan kini tuai kembali hasil panen, Kamis (21/05/2026).
Program pembinaan kemandirian tersebut menghasilkan berbagai komoditas seperti kangkung, bawang merah, terong, serta telur hasil budidaya peternakan di lingkungan lapas. Hasil ketahanan pangan ini dimanfaatkan untuk membantu kebutuhan internal lapas dan sebagian dipasarkan melalui koperasi lapas.

Selain pertanian dan peternakan, program ketahanan pangan di Lapas Perempuan Semarang juga terus berkembang melalui budidaya buah melon yang saat ini memasuki masa pertumbuhan dan diperkirakan siap panen dalam 25 hari ke depan. Selama proses menuju panen, perawatan dan pemantauan terus dilakukan oleh warga binaan bersama petugas guna menghasilkan buah yang berkualitas.

Kepala Lapas Perempuan Semarang, Darmalingganawati menyampaikan bahwa program ketahanan pangan menjadi bagian dari pembinaan produktif bagi warga binaan agar tetap aktif, mandiri, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat.
“Program ketahanan pangan ini akan terus kami kembangkan sebagai bentuk pembinaan produktif bagi warga binaan agar memiliki keterampilan dan semangat kemandirian yang bermanfaat di masa depan, ” ungkapnya.
Hasil ini menjadi bukti nyata pemginaan yang terus berjalan produktif. Dari proses menanam, merawat, hingga panen, setiap langkah menjadi bagian dari pembelajaran dan harapan untuj masa depan yang lebih baik.
(Humas LPP Semarang)

1 week ago
2













































