PANGKEP SULSEL - Ketahanan pangan yang kuat berawal dari tanah yang sehat dan lahan yang produktif. Banyak lahan tidur di desa sebenarnya menyimpan potensi besar untuk menghasilkan pangan, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pengelolaan yang tepat, lahan kosong dapat diubah menjadi kebun pangan yang menghasilkan, sekaligus membuka ruang kerja dan harapan baru bagi masyarakat desa.
Pemanfaatan lahan tidur perlu dibarengi dengan penggunaan pupuk alami dan organik. Berbeda dengan pupuk kimia yang dalam jangka panjang membuat tanah keras dan rusak, pupuk organik justru menghidupkan kembali mikroorganisme tanah, menggemburkan lahan, serta menjaga keseimbangan alam. Bahan-bahan lokal seperti sisa nasi, air beras, limbah ikan, dedaunan, dan kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk yang murah, aman, dan berkelanjutan.
Dengan mengaktifkan lahan tidur dan beralih ke pupuk alami, desa dapat membangun ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan. Produksi pangan menjadi lebih stabil, biaya pertanian menurun, dan masyarakat memperoleh pangan yang sehat. Inilah langkah nyata menjaga masa depan pangan: merawat tanah hari ini, agar kehidupan tetap tumbuh esok hari.
pemanfaatan lahan tidur dengan pupuk alami itu justru inti dari ketahanan pangan berkelanjutan.
Cara mempertahankan ketahanan pangan:
Mengaktifkan lahan tidur
Lahan yang dibiarkan kosong adalah potensi pangan yang hilang. Dengan mengolah lahan tidur menjadi kebun pangan (padi, jagung, sayur, umbi, hortikultura), produksi pangan bisa ditambah tanpa membuka hutan baru. Ini juga membuka lapangan kerja desa dan menekan ketergantungan pangan dari luar daerah.
Menggunakan pupuk alami/organik (bukan kimia)
Pupuk kimia memang cepat hasilnya, tapi dalam jangka panjang membuat tanah keras, miskin mikroorganisme, dan boros air.
Sebaliknya, pupuk alami (kompos, pupuk cair organik, bokashi, pupuk hayati):
Menggemburkan tanah
Menghidupkan mikroba tanah
Menyimpan air lebih lama
Memperbaiki struktur tanah rusak
Tanah yang sehat = produksi pangan yang stabil dan tahan krisis.
Pemanfaatan limbah lokal sebagai pupuk
Sisa nasi, air beras, ikan, kotoran ternak, dedaunan, kulit hasil laut—semua bisa diolah jadi pupuk alami. Ini:
Menekan biaya produksi petani
Mengurangi sampah
Menciptakan kemandirian input pertanian
Diversifikasi tanaman pangan
Jangan hanya bergantung pada satu komoditas. Umbi-umbian, sayur lokal, kacang-kacangan, dan tanaman cepat panen membuat masyarakat tidak rawan kelaparan saat satu komoditas gagal.
Kemandirian desa dalam produksi pangan
Ketahanan pangan kuat jika desa mampu:
Produksi pupuk sendiri
Mengelola lahannya sendiri
Menyimpan dan mengolah hasil panen sendiri
Kesimpulan singkat tapi kuat:
Ketahanan pangan bukan soal panen banyak sesaat, tapi soal tanah yang tetap hidup, lahan yang produktif, dan petani yang mandiri.
Pemanfaatan lahan tidur dengan pupuk alami adalah solusi nyata, murah, ramah lingkungan, dan berkelanjutan—bukan sekadar wacana.
Pangkep 8 Pebruari 2026
Herman Djide
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia Cabang Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan

1 month ago
25

















































