Pengawasan Lemah? Proyek P3A-TGAI di Kerinci Diduga Asal - Asalan

5 days ago 5

KERINCI, JAMBI – Proyek siluman pembangunan saluran irigasi di Desa Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci kembali menuai sorotan. Pekerjaan yang tidak jelas asal-usulnya ini diduga berkaitan dengan program P3A–TGAI yang sejatinya dikelola secara swakelola oleh kelompok masyarakat, namun justru dikerjakan tanpa transparansi dan tanpa memasang papan informasi proyek di lokasi.

Pantauan di lapangan memperlihatkan sejumlah kejanggalan serius pada konstruksi yang tengah dikerjakan. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa pasangan batu diduga dibangun tanpa galian pondasi memadai. Bagian dasar terlihat hanya diratakan dengan adukan semen tipis yang seolah menjadi pengganti pondasi, sehingga memunculkan keraguan terhadap kekuatan dan ketahanan struktur ketika irigasi mulai mengalirkan air.

Di sisi lain, pasangan batu juga tampak dikerjakan hanya pada satu sisi, bukan di kedua sisi sebagaimana standar pengerjaan irigasi tersier yang seharusnya kokoh dan seimbang. Kondisi ini kian memperbesar potensi kerusakan dini saat debit air meningkat.

Kualitas material yang digunakan pun dipertanyakan. Batu yang tersusun terlihat bukan batu kali standar konstruksi, melainkan didominasi batu kapur dan batu gunung. Material seperti ini secara umum memiliki daya rekat dan daya tahan yang lebih rendah, sehingga dikhawatirkan mudah rapuh dan tidak mampu menahan tekanan air dalam jangka panjang.

Kualitas adukan semen ikut menuai kritik karena komposisinya tampak mengandung banyak unsur pasir, menimbulkan dugaan bahwa perbandingan semen dan pasir tidak sesuai standar teknis. Hal ini semakin memperkuat kesan bahwa pengerjaan dilakukan secara asal-asalan dan tidak diawasi dengan baik.

Ketiadaan papan informasi proyek membuat warga bertanya-tanya. Mereka tidak mengetahui nilai anggaran, sumber dana, siapa pelaksananya, maupun siapa penanggung jawab teknis pekerjaan tersebut.

“Saya dengar ini proyek dari provinsi, tapi sayangnya tidak ada kejelasan karena tidak dipasang papan plang proyek, saya dengar ini milik provinsi, yang dikerjakan oleh sekdes Semerah, ” ungkap salah seorang warga setempat.

Ketidakjelasan asal pekerjaan ini semakin menimbulkan tanda tanya, mengingat program P3A–TGAI umumnya dikelola dengan mekanisme swakelola kelompok masyarakat, bukan dikerjakan secara sembunyi-sembunyi tanpa keterbukaan. Publik mendesak agar pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi agar tidak menimbulkan kecurigaan berkepanjangan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola proyek belum dapat untuk dikonfirmasi.(son)

Read Entire Article
Pertanian | | | |