KERINCI, JAMBI - Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3A–TGAI) di Kecamatan Sitinjau Laut dan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, terus menuai sorotan publik. Bahkan sejumlah pihak mendesak Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) Jambi untuk melakukan evaluasi total terhadap kelompok tani yang ditunjuk sebagai pelaksana program tahun ini.
Desakan tersebut muncul setelah beredar dugaan bahwa sebagian kelompok tani yang mengerjakan proyek P3A di dua kecamatan tersebut bukanlah kelompok swakelola murni sebagaimana mandat program. Indikasi kejanggalan semakin kuat ketika di lapangan ditemukan pola pelaksanaan yang tidak mencerminkan pengerjaan langsung oleh anggota kelompok.
Isu lain yang ikut mencuat adalah dugaan adanya oknum berinisial A yang disebut-sebut melakukan pungutan fee dari pihak yang ingin mengelola proyek. Informasi ini berkembang dari berbagai sumber, termasuk internal yang memahami mekanisme di balik pengerjaan P3A di wilayah tersebut. Meski demikian, hingga kini belum ada bukti formal yang dipublikasikan dan dugaan tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat berwenang.
Temuan lapangan juga memperlihatkan adanya pekerja yang dibayar dengan sistem upah harian. Pola ini menimbulkan tanda tanya besar karena program P3A–TGAI sejatinya tidak memperbolehkan penggunaan pemborong atau pihak ketiga. Swakelola penuh oleh kelompok tani merupakan prinsip utama, baik dalam perencanaan, pengerjaan, hingga pengawasan mutu.
“Kalau pekerja dibayar harian oleh seseorang, berarti ada kendali dari pihak selain kelompok tani. Itu mengarah pada pola pemborongan, dan jelas bertentangan dengan pedoman program, ” ujar salah satu sumber masyarakat yang memantau pekerjaan.
Masyarakat berharap BWSS VI bergerak cepat melakukan verifikasi ulang terhadap struktur kelompok tani, proses penetapan penerima bantuan, serta pola kerja di lapangan. Evaluasi mendalam dinilai penting untuk memastikan bahwa program benar-benar dijalankan sesuai amanat, bukan menjadi celah bagi oknum tertentu mencari keuntungan pribadi.
Program P3A–TGAI digagas untuk memperkuat jaringan irigasi desa dan membantu petani meningkatkan produktivitas. Namun berbagai dugaan penyimpangan yang terus mencuat justru menimbulkan kekecewaan dan merusak kepercayaan publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BWSS VI Jambi belum memberikan keterangan resmi terkait temuan dan isu yang berkembang di lapangan.(son)

2 days ago
5

















































